Sabtu, 13 Juni 2015

Pahami Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson adalah penyakit degeneratif syaraf yang pertama ditemukan pada tahun 1817 oleh Dr. James parkinson dengan gejala yang paling sering dijumpai adalah adanya tremor pada saat beristirahat di satu sisi badan, kemudian kesulitan untuk memulai pergerakan dan kekakuan otot. Parkinson menyerang sekitar 1 di antara 250 orang yang berusia di atas 40 tahun dan sekitar 1 dari 100 orang yang berusia di atas 65 tahun.

Penyakit Parkinson:

Penyakit parkinson mungkin salah satu jenis penyakit yang belum diketahui oleh banyak orang. Maka dari itu sangatlah penting untuk anda mengetahui tentang penyakit parkinson ini, mungkin saja kebetulan anda atau juga salah satu keluarga anda yang saat ini mengalami gejala-gejala yang ditimbulkan dari penyakit parkinson tersebut.

Kemunculan dari penyakit parkinson sendiri paling sering terjadi disaat seseorang memasuki usia 60 tahun dan adalah salah satu bentuk penyebab yang paling sering dari gejala parkinsonisme pada seseorang sekitar 75%. Penyakit parkinson diketahui dipicu karena faktor genetik yang secara autosomal resesif atau juga penurunan dopamin yang berjumlah sekitar 5% dari seluruh kasus penyakit parkinson yang terjadi. pada kasus akibat faktor genetik, umumnya onsetnya pada awalnya terjadi sebelum 45 tahun dan lama kelamaan durinya terjadi dibandingkan dengan penyakit parkinson yang sifatnya sporadik secara umum.

Karena gejala awal penyakit parkinson ini sangat sulit dikenali, contohnya seseorang terkena penyakit parkinson adalah sebagian tubuh akan merasa lemah atau terasa lebih kaku, dan pada saat sedang istirahat maka pada salah satu tangan akan gemetaran halus. Itulah gejala awal yang ditimbulkan oleh penyakit parkinson pada tahap awal, sehingga akan sangat sulit untuk dikenali.

Beberapa Gangguan Gerakan Penyakit Parkinson

  • Mioklonus
Gangguan Mioklonus seperti mengalami kontraksi otot singkat atau berkedut secara tidak sengaja seperti tersentak.

  • Chorea
Gangguan gerakan tersentak yang akan timbul secara tidak teratur, relatif berlangsung dengan cepat dan tidak sengaja yang dapat mempengaruhi wajah atau juga anggota tubuh lainnya.

  • Miokimia
Gangguan gerakan pada otot gemetar atau berdesir halus yang berlangsung secara terus menerus.

  • Distonia
Gangguan gerakan distonia adalah gerakan lambat, berputar, tidak sengaja yang berhubungan dengan kontraksi otot yang cukup kuat atau kejang. Dan mungkin ini di pengaruhi oleh mata, rahang, leher, otot wajah atau anggota tubuh bagian bawah dan atau anggota tubuh bagian atas. Dan tekadang kejang-kejang tersebut akan terjadi pada saat melakukan jenis pekerjaan tertentu seperti pada saat nulis akan mengalami kram.

  • Ataksia
Gangguan Kemampuan gerakan untuk mengkoordinasikan gerakan sukarela yang biasanya mengakibatkan dengan berjalan dan dengan keseimbangan tubuh.

  • Kejang Hemifasial
Gangguan gerakan pada kejang hemifasial adalah berkedut atau kejang yang tanpa disengaja yang dapat memperngaruhi setengah bagian wajah, termasuk gangguan pada otot mata, sehingga mengakibatkan penutupan mata tidak dapat terkendali.

  • Tremor
Bergemetar atau tremor adalah gerakan berirama, tidak sengaja dan goncangan maju mundur yang pada umumnya sering mempengaruhi bagian lengan tangan atau kepala.

  • Tiks
Tiks adalah gangguan gerakan otot berulang, yang tidak memiliki tujuan atau vokalisasi yang ditimbulkan dari sedakan tidak terahan yang sementara akan membaik mengikuti eksekusi gerakan atau vokalisasi.

Dengan adanya geraka-gerakan yang tidak normal ini kemungkinan timbul dari berbagai jenis penyakit dan evaluasi cermat yang diperlukan untuk menentukan penyebab gangguan gerakan yang mendasarinya.

Penyebab Penyakit Parkinson:

Penyebab penyakit parkinson tidak diketahui. Seperti yang dikemukakan sebelumnya, bukti terbaru menunjukkan bahwa terdapat minimal beberapa kecenderungan genetika pada perkembangan penyakit ini.

Selain itu, beberapa yang diduga sebagai penyebab pemicu terjadinya penyakit parkinson adalah:

  • Usia
Kejadian yang semakin meningkat 10 dari 10.000 penduduk yang berusia 50 tahun dan juga 200 dari 10.000 penduduk pada usia 80 tahun. Hal ini biasanya berhubungan dengan reaksi dari mikroglilial yang sangat mempengaruhi terjadinya kerusakan neuronal yang paling utama pada terjadinya substansia nigra pada penderita penyakit parkinson.

  • Periode
Fluktuasi dari jumlah penderita penyakit parkinson yang terjadi tiap periode kemungkinan berhubungan adanya hasil paparan dari lingkungan secara episodik misalnya adalah proses terjadinya infeksi, industrialisasi atau juga pada gaya hidup.

  • Genetik
Penelitian menunjukkan adanya mutasi genetik yang memegang pernana penting pada penyakit parkinson, Yakni mutasi pada gen.

  • Faktor lingkungan
Faktor lingkungan yang terjadi adalah indeksi, pekerjaan, Xenobioti, diet, trauma pada kepala, stres dan depresi.

Gejala Penyakit Parkinson:

Gejala pada penyakit parkinson dapat terjadi pada individu yang tidak mengalami penyakit ini dan menderita jenis tertentu trauma otak, infeksi atau penyakit tumor. Demikian juga individu yang mengalami seperti fenotiazin dapat mengalami gejala penyakit parkinson.

Berikut ini beberapa gejala utama yang ditimbulkan pada penyakit parkinson, antara lain:

  • Goncangan lengan atau kaki pada saat beristirahat.
  • Kekakuan bagian lengan, kaki atau anggota tubuh
  • gerakan yang lambat pada saat berjalan atau gerakan
  • Masalah stabilitas pada saat berdiri atau berjalan
  • Tanda umum lainnya yang ditimbulkan oleh penyakit parkinson ini seperti wajah kurang ekspresi, mengeluarkan suara yang melembut, tulisan tangan mengecil, mengalamai kesulitan dalam menelan dan kesulitan berjalan.
Mencegah Penyakit Parkinson:

Terdapat beberapa cara untuk mencegah penyakit parkinson bisa dilakukan:

  • Mengonsumsi teh hijau
Kandungan polifenol yang ada di dalam teh hijau menunjukkan bukti bisa membantu untuk mengurangi senyawa yang mengandung racun dan membuat fungsi sel-sel saraf di dalam otak mengalami gangguan.
  • Menerapkan pola hidup yang sehat dan mengonsumsi makanan bernutrisi
  • Melakukan olahraga dengan teratur.

Pemeriksaan Parkinson:

Pemeriksaan secara mikroskopik yang dilakukan pada otak untuk penderita penyakit parkinson biasanya akan memperlihatkan adanya atrofi yang ringan pada daerah yang frontal dengan kehilangan pigmen melanin yang ada di daerah midbrain saat sedang ditilik secara mikroskopik. Dan sealin itu juga, secara mikroskopik juga banyak ditemukan adanya suatu degenerasi sel dopaminergik dan juga keberadaan dari badan lewy atau lewy bodies didalam neuron-neuron yang masih saja tersisa, proseus substansia nigra pars compacta atau SNpc, nukleus yang lain yang ada dibatang otak, serta pada rehion-region yang lain misalnya adalah otak bagian medial temporal, kortikal dan juga pada sistem limbik.

Sekian penjelasan dari saya semoga bermanfaat bagi anda. Dan untuk pengobatan anda bisa mengunjungi Website kami Silahkan KLIK

0 komentar: