Senin, 27 Juli 2015

Seputar Penyakit Kista Ateroma

Seputar Penyakit Kista Ateroma - Penyakit Kusta Ateroma adalah sebuah benjolan terbentuk dari kelenjar keringat. Benjolan tersebut berbentuk bulat dan berdinding tipis bila tekan maka akan keluar nanah. Nanah tersebut akan menghasilkan bau yang tidak sedap. Selikas jelaskan tentang kista ateroma sebagai berikut.

Kista Ateroma:

seputar penyakit kista ateroma
Kista ateroma terdiri dari plak materi berlemak (lipid) yang berbentuk didalam lapisan intima (lapisan dalam) arteri. Ateroma berawal dari sebagai lapisan berlemak pada intima, penumpukan lipoprotein densitas rendah dan pembentukan plak. Pada akhirnya lumen arteri berkurang dan terjadi iskemia. Thrombus dapat terjadi jika plak mengalami rupture, yang menyebabkan oklusi arteri menjadi lebih buruk. Ateroma bermakna penting bagi arteri koroner dalam mempredisposisi Penyakit Jantung koroner dan gagal jantung.

Aterosklerosis atau kata singakt untuknya yaitu ateroma, kemudian diperluas untuk digunakan pada orang-orang yang mengalami angina atau pernah mengalami serangan jantung. Pada tahap lebih lanjut, penyakit kista ateroma menyebabkan arteri koroner menyempit sehingga lebih sedikit darah yang bisa melewatinya. Ateroma juga membuat arteri kurang lentur, sehingga mereka tidak bisa mengembang untuk menghadapi peningkatan kebutuhan aliran darah.

Sekret kelenjar keringat yaitu sebelum dan sel sel mati tertimbun dan berkumpul dalam kantung kelenjar. Lama kelamaan akan membesar dan terlihat sebagai massa tumor yang berbentuk lonjong sampai bulat, lunak kenyal, berbatas tegas, berdinding tipis, tidak terfiksir ke dasar, umumnya tidak nyeri, tetapi melekat pada dermis di atasnya. Daerah muara yang tersumbat merupakan tanda khas yang disebut puncta ( titik kehitaman yang letaknya biasanya di permukaan kulit tepat di tengah massa)

Penyebab Kista Ateroma:

Terjadinya kista ateroma disebabkan karena adanya sumbatan pada muara kelenjar keringat yang disebabkan oleh:
  • Indeksi
  • Trauma (luka/benturan)
  • Jerawat
Jika terjadi infeksi sekunder dan terbentuk abses maka akan dilakukan pembedahan dan evakuasi nanah. Pada umumnya, penderita kista ateroma akan diberikan antibiotik selama kurang lebih 2 minggu. Setelah 3-6 bulan, dapat dilakukan operasi.

Gejala Kista Ateroma:

Gejala utama biasanya, kecil non menyakikan benjolan di bawah kulit. Benjolan kecil atau benjolan yang terjadi tepat dibawah kulit kelamin, payudara, perut, wajah, leher, atau di tempat lain pada tubuh adalah gejala yang paling umum dari kista ateroma. Kista ateroma terkadang dapat menjadi terinfeksi dan bentuk menjadi abses yang menyakitkan. Hal ini penting ketika kista ateroma adalah pembedahan bahwa kantung seluruh dipotong untuk membantu mencegah kekambuhan. Kista besar dapat muncul kembali dan mungkin harus diangkat dengan operasi. Jika kista menjadi terinfeksi, pengobatan dapat mencakup pemberian antibiotik dan kemudian pengangkatan kista.

Gejala dan Tanda
  • Kista berbentuk kubah
  • Berisi material semi padat (keratin, bahan pembentuk kulit, rambut, dan kuku)
  • Permukaan kista lembut
  • Diameter 1-4 cm
  • Jika kista terinfeksi, maka akan berwarna merah terang
Kista ateroma biasanya memiliki sebuah lekukan atau bercak gelap di tengah-tengahnya. Kista ini sebenarnya pembengkakan folikel rambut yang terisi dengan subtansi-substansi yang yang berbau busuk, buruk dan pucat termasuk protein keratin, yang kadang-kadang merembes keluar. Terkadang kista ateroma muncul pada wajah dan tubuh, namun jagan khawatir sebab kista ini tidak berbahaya. Dengan ukurang bermacam-macam mulai dari 1 sampai 4 sentimeter, kista ateroma bisa bertambah besar atau menghilang dengan sendirinya. Dan kista tersebut bisa terinfeksi/ ataun tumbuh begitu besar, lunak, dan meradang sehingga harus dikeringkan atau diangkat.

Meski tidak berbahaya, setiap benjolan kulit yang baru tumbuh atau berubah pada tubuh sebaiknya diperiksa oleh ahli dematologi untuk mencegah terjadinya kanker.

Mencegah Kista Ateroma:
  • Jangan memencet, menggaruk, atau menusuk benjolan.
  • Jaga area bersih dengan mencuci benjolan dan sekitarnya menggunakan sabun antibakteri
  • Terapkan lap yang sudah dicelupkan ke air hangat pada benjolan selama 20 sampai 30 menit, lakukan 3 sampai 4 kali sehari.
  • Menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan dan menggunakan produk perawatan kulit bebas.
Untuk Informasi Pengobatannya kunjungi Blog yang 1 ini ==> "KLIK"